Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Peluang Karir Untuk Mempersiapkan Diri Menuju Kesuksesan Siswa Kelas XII
Keywords:
Profil pelajar Pancasila, Siswa SMK, peluang karir, menuju suksesAbstract
Transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja atau perguruan tinggi menjadi fase krusial bagi siswa SMK. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali siswa kelas XII SMK YP 17 Blitar agar memiliki karakter yang kuat berlandaskan nilai-nilai luhur serta kesiapan yang matang dalam menghadapi tantangan masa depan. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan pemetaan peluang karir guna mempersiapkan diri menuju kesuksesan pasca-kelulusan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi secara interaktif (ceramah), diskusi kelompok terarah, serta simulasi perencanaan karir mandiri. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa kelas XII, guru pendamping, dan pemateri ahli. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan mengenai implementasi nilai-nilai Pancasila dalam etos kerja modern. Selain itu, siswa berhasil menyusun rencana aksi karir pribadi (career action plan) yang lebih terarah, baik untuk bekerja, melanjutkan studi, maupun berwirausaha. Kesimpulannya, sinergi antara penguatan karakter berbasis P5 dan pembekalan orientasi karir sangat efektif dalam membangun rasa percaya diri serta kemandirian siswa. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna memantau perkembangan kesiapan kerja lulusan.
References
Direktorat SMK. (2021). Peta jalan pendidikan vokasi Indonesia 2020-2035. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek.
Hartono, B. (2022). Efektivitas Bimbingan Karir Berbasis Rencana Aksi (Career Action Plan) dalam Mereduksi Kecemasan Masa Depan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Konseling Vokasional, 8(2), 145-156.
Hasanah, U., & Suryani, I. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan karir (career anxiety) pada siswa SMK tingkat akhir. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 9(1), 12-25.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 009/H/KR/2022 tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka.
Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education. (Referensi untuk metode experiential learning pada tahap intervensi).
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications. (Referensi untuk metode analisis konten pada data kualitatif/SWOT).
Krueger, R. A., & Casey, M. A. (2015). Focus groups: A practical guide for applied research (5th ed.). Sage Publications. (Referensi untuk metode Focus Group Discussion/FGD pada sesi I).
Kusuma, A. R., & Rahayu, S. (2025). Mengelola Transisi Karir Lulusan SMK melalui Pendekatan Analisis SWOT Diri dan Pendampingan Mentoring Mandiri. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 14(1), 34-47.
Pool, L. D., & Sewell, P. (2007). The key to employability: developing a practical model of graduate employability. Education + Training, 49(4), 277-289. (Referensi global untuk konsep employability skills/kesiapan kerja).
Pratama, M. A., & Wijaya, K. (2024). Menyiapkan Lulusan Vokasi Hadapi Era Society 5.0: Relevansi Soft Skills Bernalar Kritis dan Kemandirian dalam Industri. Jurnal Pendidikan Tekno-Vokasi, 22(3), 210-223.
Raharjo, S. (2023). Tantangan dan strategi rekonstruksi P5 pada SMK: Menghindari formalitas kurikuler menuju habituasi karakter industri. Jurnal Pendidikan Vokasi, 13(2), 143-154.
Savickas, M. L. (2013). Career construction theory and practice. In S. D. Brown & R. W. Lent (Eds.), Career development and counseling: Putting theory and research to work (2nd ed., pp. 147–183). John Wiley & Sons. (Referensi untuk landasan pemilihan siswa kelas XII yang berada di fase adaptabilitas dan transisi karir).
Sudira, P. (2022). Filosofi dan teori pendidikan vokasi. UNY Press.
Sudjana, D. (2019). Metode dan teknik pembelajaran dalam pendidikan masyarakat. Falah Production. (Referensi untuk pendekatan deskriptif-partisipatif dalam pengabdian).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. (Referensi untuk penggunaan statistik deskriptif sederhana).
Super, D. E. (1990). A life-span, life-space approach to career development. In D. Brown & L. Brooks (Eds.), Career choice and development (2nd ed., pp. 197–261). Jossey-Bass. (Referensi klasik untuk fase perkembangan karir remaja akhir/siswa SMK kelas XII).
Suryahmadi, H., Wahyudi, A., & Lestari, S. (2022). Manajemen pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat: Strategi sinkronisasi tahapan pra, pelaksanaan, dan evaluasi. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 45-58. (Referensi lokal untuk model 3 tahapan alur abdimas).
Suryani, L., Utami, T. B., & Rosidi, I. (2023). Internalisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai Upaya Membentuk Etos Kerja dan Budaya K3 pada Siswa SMK. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 189-202.
Wardani, K. S., Santoso, H., & Lestari, D. P. (2024). Strategi Sinergis Sekolah, Keluarga, dan Industri dalam Menurunkan Angka Pengangguran Terbuka Lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan. Jurnal Manajemen Pendidikan Vokasi, 11(4), 312-325.
Wibowo, A., Prasetyo, E., & Utami, R. D. (2023). Relevansi dimensi Profil Pelajar Pancasila terhadap kebutuhan soft skills dunia usaha dan dunia industri (DUDI) era Society 5.0. Jurnal Pendidikan Vokasi Teoretis dan Praktis, 5(2), 89-101.
